Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

Pengertian Diskusi

a. Diskusi adalah salah satuu bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam bimbingan. kegiatan diskusi merupakan kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari satu individu. Kegiatan diskusi ini dapat menjadi alternatif dalam individu untuk memecahkan masalah.

b. Moh Surya (1975:107) mendefinisikan diskusi sebagai proses bimbingan dimana murid-murid akan mendapat suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dan memecahkan masalah bersama.

c. Moh. Uzer Usman (2005:94) menyatakan bahwa diskusi adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah.

d. Diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang  atau lebih.

e. Pengertian umum diskusi adalah membicarakan suatu masalah oleh para peserta diskusi dengan tujuan untuk menemukan pemecahan masalah yang paling baik berdasarkan berbagai masukan.

Macam-macam Diskusi

(1) Diskusi Kelompok, 
Yaitu diskusi yang terdiri atas beberapa kelompok orang, dan masing-masing kelompok mempunyai seorang ketua dan notulis. Tidak ada pendengar.

(2) Diskusi Panel, 
Ialah diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya-jawab atau pembicaraan, kemudian mengajak pendengar ikut mendiskusikan masalah tersebut sekitar separuh dari waktu yang tersedia

(3) Seminar 
Adalah pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli. Tujuan diskusi jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Seminar dapat bersifat tertutup atau terbuka. Yang terakhir dapat dihadiri oleh umum, tetapi mereka tidak ikut berdiskusi, melainkan hanya bertindak sebagai peninjau. Untuk menyelenggarakan seminar harus dibentuk sebuah panitia. Pembicara yang ditentukan sebelumnya, umumnya menguraikan gagasan atau topiknya dalam bentuk kertas kerja.

(4) Simposium 
Ialah pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia. Uraian pendapat dalam simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Dan beberapa prasaran yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan. Orang yang mengajukan prasaran, yang dinamakan pemrasaran, berkewajiban
(1) Membuat makalah atau prasaran,
(2) Menepati waktu yang diberikan,
(3) Menjawab setiap pertanyaan dengan singkat dan tepat.
Persiapan-persiapan yang perlu untuk menyelenggarakan simposium, yaitu:
(1) Memilih dan merumuskan masalah,
(2) Menetapkan tujuan,
(3) Menempatkan pembicara berdasarkan sumbangannya dalam mencapai tujuan,
(4) Menetapkan pemimpin,
(5) Menjelaskan kepada pemimpin dan pembicara tentang tujuan      simposium, waktu yang tersedia, dan tata cara yang berlaku.

(5) Konferensi 
Adalah pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu. Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan dengar pendapat atau jumpa pers.

Etika Berdiskusi



1. Niat
2. Situasi yang Kondusif
3. Ilmu
4. Manusia itu Beragam
5. Jangan Mendominasi Pembicaraan
6. Mendengarkan dengan Baik
7. Perhatikan Diri Sendiri
8. Kejelasan
9. Penggunaan Ilustrasi
10. Memperhatikan Titik-Titik Persamaan
11. Saya Tidak Tahu
12. Tidak Fanatik dan Mengakui Kesalahan
13. Jujur dan Kembali ke Sumber Rujukan
14. Menghormati Pihak Lain
15. Pemikiran dan Pemiliknya
16. Yang Lebih Baik
17. Menyerang dan Mematahkan
18. Perbedaan Pendapat dan Kasih Sayang
19. Jangan Marah
20. Ketika Logika Tak Lagi Berarti
21. Jangan Menggunakan Kata Ganti Orang Pertama
22. Jangan Keraskan Suaramu


Cara Menyampaikan Tanggapan Dalam Diskusi

Cara Menyampaikan Tanggapan dan Pertanyaan

Diskusi merupakan suatu bentuk bertukarpikiran yang teratur dan
terarah baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. Beberapa
pendapat akan muncul dalam diskusi. Pendapat merupakan gagasan,
pikiran, atau ide tentang suatu hal (orang atau peristiwa). Jika Anda
mengajukan pendapat dalam diskusi, Anda harus menyertakan
argumentasi. Argumentasi adalah pemberian alasan, contoh, dan bukti
sehingga peserta diskusi membenarkan pendapat, gagasan, dan sikap.
Anda dapat mengemukakan persetujuan atau penolakan terhadap
pendapat orang lain. Akan tetapi, persetujuan dan penolakan tersebut
harus bersifat objektif dan disertai alasan yang logis.

Contoh kalimat persetujuan pendapat:
Saya sependapat dengan pendapat Saudara bahwa motivasi itu berasal
dari diri sendiri dan didukung oleh dorongan orang-orang sekitar. Hal
terpenting untuk memotivasi diri adalah tetap teguh pendirian dan sabar.

Contoh kalimat penolakan pendapat:
Saya kurang sependapat dengan apa yang Anda sampaikan karena
wirausaha memerlukan modal, bukan hanya kemauan. Kemauan tanpa
ada kemampuan sama saja nol.
Agar Anda mampu mengemukakan pendapat dengan alasan yang
logis, lakukan langkah-langkah berikut.


1. Berpikir kritis dan logis.
2. Menjauhkan emosi dan subjektivitas.
3. Mampu memilih fakta yang sesuai dengan tujuan sehingga dapat

ditarik kesimpulan yang sulit dibantah.
Selain tanggapan, dalam diskusi juga ada berbagai pertanyaan yang
diajukan. Pertanyaan tersebut harus sesuai dengan materi yang dibahas.
Pertanyaan tidak boleh memojokkan orang lain.
 
Contoh:

Kita mengetahui bangsa Indonesia memiliki keragaman suku dan
budaya. Bagaimana pemerintah memajukan Indonesia dengan beragam
perbedaan kultur dan budaya tersebut?
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika mengemukakan
tanggapan.
1. Cara mengemukakan pertanyaan dan tanggapan.
    a. Pertanyaan dan tanggapan yang dikemukakan berhubungan
        dengan masalah yang sedang dibicarakan.
   b. Pertanyaan dan tanggapan dapat mempercepat pemahaman
        masalah, penemuan sebab, dan pemecahan masalah.
   c. Pertanyaan dan tanggapan tidak mengulangi pendapat yang
        pernah disampaikan peserta lain.
   d. Pertanyaan dan tanggapan disampaikan dengan kata dan
        kalimat yang tepat.
  e. Pertanyaan dan tanggapan disampaikan dengan sikap terbuka
       dan sopan.
  f. Pertanyaan dan tanggapan dapat didukung atau diperjelas
      dengan gerak, mimik, nada suara, tekanan, dan intonasi.
2. Menolak atau menyanggah pendapat orang lain harus mengingat hal
     berikut.
       a. Emosi marah dan prasangka negatif harus dihindari.
       b. Sanggahan harus objektif, logis, dan jujur.
       c. Menunjukkan data, fakta, ilustrasi, contoh, atau perbandingan
           yang dapat meyakinkan peserta lain.
      d. Sanggahan atau penolakan disampaikan secara urut, terperinci,
           teliti, dan tidak berbelit-belit. Dengan demikian, sanggahan
           mudah dimengerti.
      e. Jangan menjelekkan orang lain.