Subscribe:

Jumat, 29 April 2011

SMADAV 8.4 + Serial


















Langsung Aja Nih Download, Gak Pake Lama :










Serial Nya Nih :










Note :
Saat mengisi key,diusahakan dalam keadaan offline.
Jika Anda Terkena BlackList,isi kan seperti berikut :
--> Kolom Nama : anti-bajakan
--> Key               : dikosongkan saja
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 29 Maret 2011

Sinopsis

Sinopsis Novel adalah ringkasan cerita novel.

Ringkasan novel adalah bentuk pemendekan dari sebuah novel dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut.
membuat sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan cerita yang panjang dalam bentuk yang singkat.

Dalam sinopsis,keindahan gaya bahasa,ilustrasi,dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.

Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan asli.


Langkah-langkah membuat sinopsis


  • Membaca naskah asli terdahulu untuk mengetahui kesan umum penulis.
  • Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan - gagasan yang penting.
  • Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah ke 2.
  • Kita gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
  • Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
  • Ringkasan / sinopsis novel tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan nove

Unsur Unsur Novel Sastra

Novel sastra serius dan novel sastra hiburan mempunyai beberapa unsur yang membedakan keduanya.

  • Unsur – unsur novel sastra serius adalah sebagai berikut : 

 - Dalam teman : Karya sastra tidak hanya berputar-putar dalam masalah cinta asmara muda–mudi belaka,ia membuka diri terhadap semua masalah yang penting untuk menyempurnakan hidup manusia.
Masalah cinta dalam sastra kadangan hanya penting untuk sekedar menyusun plot cerita belaka,sedang masalah yang sebenarnya berkembang diluar itu.


- Karya sastra : Tidak berhenti pada gejala permukaan saja,tetapi selalu mencoba memahami secara mendalam dan mendasar suatu masalah,hal ini dengan sendirinya berhubungan dengan kematangan pribadi si sastrawan sebagai seorang intelektual

.
- Kejadian atau pengalaman yang diceritakan dalam karya sastra bisa dialami atau sudah dialami oleh manusia mana saja dan kapan saja karya sastra membicarakan hal–hal yang universal dan nyata.
Tidak membicarakan kejadian yang artificial (yang dibikin–bikin) dan bersifat kebetulan.


- Sastra selalu bergerak,selalu segar dan baru.Ia tidak mau berhenti pada konvensialisme.Penuh inovasi.


- Bahasa yang dipakai adalah bahasa standard-an bukan silang atau mode sesaat.


  • Sedangkan novel sastra hiburan juga mempunya unsur – unsur sebagai berikut :


- Tema yang selalu hanya menceritakan kisah asmara belaka, hanya itu tanpa masalah lain yang lebih serius.

- Novel terlalu menekankan pada plot cerita,dengan mengabaikan karakterisasi,problem kehidupan dan unsur-unsur novel lain.

- Biasanya cerita disampaikan dengan gaya emosional cerita disusun dengan tujuan meruntuhkan air mata pembaca,akibatnya novel demikian hanya mengungkapkan permukaan kehidupan,dangkal,tanpa pendalaman.

- Masalah yang dibahas kadang-kadang juga artificial,tidak hanya dalam kehidupan ini.
Isi cerita hanya mungkin terjadi dalam cerita itu sendiri,tidak dalam kehidupan nyata.

- Karena cerita ditulis untuk konsumsi massa,maka pengarang rata-ratatunduk pada hokum cerita konvensional,jarang kita jumpai usaha pembaharuan dalam jenis bacaan ini,sebab demikian itu akan meninggalkan masa pembacanya.

- Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang actual,yang hidup dikalangan pergaulan muda-mudi kontenpores di Indonesia pengaruh gaya berbicara serta bahasa sehari-hariamat berpengaruh dalam novel jenis ini

Unsur-Unsur Novel

  • Unsur Intrinsik
Unsur Intrinsik ini terdiri dari :

a. Tema


Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari jalan cerita novel


b. Setting

 
Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, sosial budaya


c. Sudut Pandang



Menurut Harry Show (1972 : 293) sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :

Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.


Pengarang mengunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.


Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.


d. Alur / Plot

 
Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel.

Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita.
Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.

e. Penokohan 

Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal.


f. Gaya Bahasa 
 
Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel


  • Unsur Ekstrinsik
Unsur ini meliputi :
  • latar belakang penciptaan,
  • sejarah,
  • biografi pengarang,
  • dan lain – lain, di luar unsur intrinsik.
Unsur-unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur-unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra.

KD 13.3

  • Identitas Novel
  • Cari & Tulislah Pengertian Alur / Plot ( lengkap dengan sumber )
  • Macam - Macam Alur ( Penjelasan dan Sumbernya )
  • Tentukan Alur Pada Novel Yang Kamu Baca Pada KD 13.1
  • Perhatikan & Tulislah Bagaimana Cara Menyusun Alur / Plot Pada Novelmu itu.

KD 13.2

    1. Menulis Identitas Novel
    2. Pengertian :
        a. Tema
        b. Latar / Setting
        c. Nilai Kehidupan
    3. Tentukan Tema Novel Yang Kamu Bahas Pada KD 13.1 Disertai Dengan Data Tekstual
    4. Tulis Macam - Macam Latar Yang ada Pada Novel yg Kamu Baca Pada KD 13.1 Disertai Data Tekstual,Diantaranya :
        a. Latar Peristiwa
        b. Latar Waktu
        c. Latar Tempat
        d. Latar Suasana
    5. Cari & Tulislah Nilai - Nilai Kehidupan Disertai Data Tekstual untuk :
        a. Nilai Kehidupan Positif ( baik )
        b. Nilai Kehidupan Negatif ( Tidak Baik )

KD 13.1

 
  • Catat Identitas Novel
  • Pengertian Sinopsis dari Internet
  • Cari Cara Menulis Sinopsis Dari Internet
  • Tulis Sinopsis Novel Tersebut
  • Tulis Pelaku Disertai Data Tekstual
  • Tulis Karakter / Watak Setiap Tokoh Disertai Data Tekstual

Senin, 21 Maret 2011

Pengertian Diksi

Diksi Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya ) untuk mengunggkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu ( seperti yang diharapkan )".


Diksi dalam arti aslinya dan pertama,merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis / pembicara.

Arti kedua,arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiai kata-seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar / dipahami hingga intonasi,dari pada pemilihan kata dan gaya.

Kamis, 17 Maret 2011

Ciri Ciri Puisi Lama & Baru

A. PUISI LAMA

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :

- Jumlah kata dalam 1 baris

- Jumlah baris dalam 1 bait

- Persajakan (rima)

- Banyak suku kata tiap baris

- Irama

1. Ciri-ciri Puisi Lama

Ciri puisi lama:

a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya

b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan

c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima

2. Jenis Puisi Lama

Yang termasuk puisi lama adalah

a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib

b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka

c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek

d) Seloka adalah pantun berkait

e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat

f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita

g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris


3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi Lama

a) Mantra

Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

b) Pantun

Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati

c) Karmina

Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

d) Seloka

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

e) Gurindam

Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

f) Syair

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

g) Talibun

Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu

Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

4. Ciri-ciri dari jenis puisi lama

a) Mantra

Ciri-ciri:

Ø Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

Ø Bersifat lisan, sakti atau magis

Ø Adanya perulangan

Ø Metafora merupakan unsur penting

Ø Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius

Ø Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris dan persajakan.

b) Pantun

Ciri – ciri :

Ø Setiap bait terdiri 4 baris

Ø Baris 1 dan 2 sebagai sampiran

Ø Baris 3 dan 4 merupakan isi

Ø Bersajak a – b – a – b

Ø Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Ø Berasal dari Melayu (Indonesia)

c) Karmina

Ciri-ciri karmina

Ø Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.

Ø Bersajak aa-aa, aa-bb

Ø Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.

Ø Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.

Ø Semua baris diawali huruf capital.

Ø Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.

Ø Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.

d) Seloka

Ciri-ciri seloka

Ø Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,

Ø Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

e) Gurindam

Ciri-ciri gurindam

Ø Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian

Ø baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

f) Syair

Ciri-ciri syair

Ø Terdiri dari 4 baris

Ø Berirama aaaa

Ø Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair

g) Talibun

Ciri-ciri:

Ø Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.

Ø Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.

Ø Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.

Ø Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.

Ø Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
B. PUISI BARU

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

1. Ciri-ciri Puisi Baru

a) Bentuknya rapi, simetris;

b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);

c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;

d) Sebagian besar puisi empat seuntai;

e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)

f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

2. Jenis-jenis Puisi Baru

Menurut isinya, puisi dibedakan atas :

a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita

b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan

c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa

d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup

e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih

f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan

g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:

a) Distikon

b) Terzina

c) Quatrain

d) Quint

e) Sektet

f) Septime

g) Oktaf/Stanza

h) Soneta

3. Contoh dari Jenis-jenis Puisi Baru

Contoh jenis puisi menurut isinya :

a) BALADA

Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Aeorang Pemberontak”

b) HYMNE

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu

Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri

Menggeliat derita pada lekuk dan liku

bawah sayatan khianat dan dusta.

Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu

menitikkan darah dari tangan dan kaki

dari mahkota duri dan membulan paku

Yang dikarati oleh dosa manusia.

Tanpa luka-luka yang lebar terbuka

dunia kehilangan sumber kasih

Besarlah mereka yang dalam nestapa

mengenal-Mu tersalib di datam hati.

(Saini S.K)

c) ODE

Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa

Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)

d) EPIGRAM

Hari ini tak ada tempat berdiri

Sikap lamban berarti mati

Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan

Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

(Iqbal)

e) ELEGI

Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

(Chairil Anwar)

f) SATIRE

Aku bertanya

tetapi pertanyaan-pertanyaanku

membentur jidad penyair-penyair salon,

yang bersajak tentang anggur dan rembulan,

sementara ketidakadilan terjadi

di sampingnya,

dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,

termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.

(Rendra)

Contoh jenis puisi dari bentuknya :

a) DISTIKON
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)

b) TERZINA
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane

c) QUATRAIN
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

d) QUINT
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)

e) SEXTET
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)

f) SEPTIMA
Contoh :
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Muhammad Yamin)

g) STANZA ( OCTAV )
Contoh :
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)

h) SONETA
Contoh :
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

4. Ciri-ciri dari Jenis Puisi Baru

v Ciri puisi dari Jenis isinya :

a) Balada

Ciri-ciri balada

Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.

b) Hymne

Ciri-ciri hymne

Lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau alma mater (Pemandu di Dunia Sastra).
Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an.

c) Ode

Ciri-ciri ode

Ciri ode nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.

d) Epigram

Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.

e) Romance

Romantique (Perancis); keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra

f) Elegi

Ciri-ciri elegi

Sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.

g) Satire

Satura (Latin) ; sindiran ; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)

v Ciri puisi dari Jenis bentuknya :

a) Distikon

• 2 baris; sajak 2 seuntai
• Distikon (Greek: 2 baris)
• Rima –  aa
–  bb

b) Terzina

Terzina (Itali: 3 irama)

c) Quatrain

• Quatrain (Perancis: 4 baris)
• Pada asalnya ada 4 rangkap
• Dipelopori di Malaysia oleh Mahsuri S.N.

d) Quint

Pada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/

e) Sextet

• sextet (latin: 6 baris)
• Dikenali sebagai ‘terzina ganda dua’
• Rima akhir bebas

f) Septima

• septime (Latin: 7 baris)
• Rima akhir bebas

g) Oktav

• Oktaf (Latin: 8 baris)
• Dikenali sebagai ‘double Quatrain’

h) Soneta

ciri – ciri soneta :

· Terdiri atas 14 baris

· Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina

· Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.

· Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.

· Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam

· Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.

· Peralihan dari octav ke sextet disebut volta

· Penambahan baris pada soneta disebut koda.

· Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9 – 14 suku kata

· Rima akhirnya adalah a – b – b – a, a – b – b – a, c – d – c, d – c – d.

Pengertian sajak

Puisi / sajak adalah ungkapan yang disampaikan dengan diksi indah, menarik dan lebih enak didengar ketika susunan katanya berima.
Puisi yang disampaikan bisa menyentuh dan meresap kedalam hati bagai kita memperdengarkan lagu.