Note :
Saat mengisi key,diusahakan dalam keadaan offline.
Jika Anda Terkena BlackList,isi kan seperti berikut : --> Kolom Nama : anti-bajakan --> Key : dikosongkan saja -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ringkasan novel adalah bentuk pemendekan dari sebuah novel dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. membuat sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan cerita yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Dalam sinopsis,keindahan gaya bahasa,ilustrasi,dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum pegarangnya.
Sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, misalnya dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan asli.
Langkah-langkah membuat sinopsis
Membaca naskah asli terdahulu untuk mengetahui kesan umum penulis.
Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan - gagasan yang penting.
Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah ke 2.
Kita gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
Ringkasan / sinopsis novel tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan nove
Novel sastra serius dan novel sastra hiburan mempunyai beberapa unsur yang membedakan keduanya.
Unsur – unsur novel sastra serius adalah sebagai berikut :
- Dalam teman : Karya sastra tidak hanya berputar-putar dalam masalah cinta asmara muda–mudi belaka,ia membuka diri terhadap semua masalah yang penting untuk menyempurnakan hidup manusia.
Masalah cinta dalam sastra kadangan hanya penting untuk sekedar menyusun plot cerita belaka,sedang masalah yang sebenarnya berkembang diluar itu.
- Karya sastra : Tidak berhenti pada gejala permukaan saja,tetapi selalu mencoba memahami secara mendalam dan mendasar suatu masalah,hal ini dengan sendirinya berhubungan dengan kematangan pribadi si sastrawan sebagai seorang intelektual
.
- Kejadian atau pengalaman yang diceritakan dalam karya sastra bisa dialami atau sudah dialami oleh manusia mana saja dan kapan saja karya sastra membicarakan hal–hal yang universal dan nyata.
Tidak membicarakan kejadian yang artificial (yang dibikin–bikin) dan bersifat kebetulan.
- Sastra selalu bergerak,selalu segar dan baru.Ia tidak mau berhenti pada konvensialisme.Penuh inovasi.
- Bahasa yang dipakai adalah bahasa standard-an bukan silang atau mode sesaat.
Sedangkan novel sastra hiburan juga mempunya unsur – unsur sebagai berikut :
- Tema yang selalu hanya menceritakan kisah asmara belaka, hanya itu tanpa masalah lain yang lebih serius.
- Novel terlalu menekankan pada plot cerita,dengan mengabaikan karakterisasi,problem kehidupan dan unsur-unsur novel lain.
- Biasanya cerita disampaikan dengan gaya emosional cerita disusun dengan tujuan meruntuhkan air mata pembaca,akibatnya novel demikian hanya mengungkapkan permukaan kehidupan,dangkal,tanpa pendalaman.
- Masalah yang dibahas kadang-kadang juga artificial,tidak hanya dalam kehidupan ini.
Isi cerita hanya mungkin terjadi dalam cerita itu sendiri,tidak dalam kehidupan nyata.
- Karena cerita ditulis untuk konsumsi massa,maka pengarang rata-ratatunduk pada hokum cerita konvensional,jarang kita jumpai usaha pembaharuan dalam jenis bacaan ini,sebab demikian itu akan meninggalkan masa pembacanya.
- Bahasa yang dipakai adalah bahasa yang actual,yang hidup dikalangan pergaulan muda-mudi kontenpores di Indonesia pengaruh gaya berbicara serta bahasa sehari-hariamat berpengaruh dalam novel jenis ini
a. Tema Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari jalan cerita novel b. Setting Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, sosial budaya c. Sudut Pandang
Menurut Harry Show (1972 : 293) sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :
Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.
Pengarang mengunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.
Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh. d. Alur / Plot Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.
e. Penokohan Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal.
f. Gaya Bahasa Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel
Unsur Ekstrinsik
Unsur ini meliputi :
latar belakang penciptaan,
sejarah,
biografi pengarang,
dan lain – lain, di luar unsur intrinsik.
Unsur-unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur-unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra.
1. Menulis Identitas Novel
2. Pengertian :
a. Tema
b. Latar / Setting
c. Nilai Kehidupan
3. Tentukan Tema Novel Yang Kamu Bahas Pada KD 13.1 Disertai Dengan Data Tekstual
4. Tulis Macam - Macam Latar Yang ada Pada Novel yg Kamu Baca Pada KD 13.1 Disertai Data Tekstual,Diantaranya :
a. Latar Peristiwa
b. Latar Waktu
c. Latar Tempat
d. Latar Suasana
5. Cari & Tulislah Nilai - Nilai Kehidupan Disertai Data Tekstual untuk :
a. Nilai Kehidupan Positif ( baik )
b. Nilai Kehidupan Negatif ( Tidak Baik )
Diksi Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia berarti "pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaanya ) untuk mengunggkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu ( seperti yang diharapkan )".
Diksi dalam arti aslinya dan pertama,merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis / pembicara.
Arti kedua,arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiai kata-seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar / dipahami hingga intonasi,dari pada pemilihan kata dan gaya.